Fajar yangg Menusuk kalbuku
kedingan pagi hari
aku duduk keseorangan di jendela
betemankan butir-butir mutiara
yang mengalir dipipiku mengenangkan kehidupan dalam diri ini
Aku seorang insan biasa
Yang tidak pernah lari dari segala masalah atau dugaan
yang bakal menimpa
tapi aku harus tabah dan kuatkan
semangat untuk melalui pancaroba kehidupan ini
Perasaan dan isi hati ini
tiada siapa yang dapat mengerti dan memahaminya
Aku amat kecewa akan manusia2 di sekelilingingku
Persahabatan yang Ku telah bina lapan tahun lalu
kini musnah akhirnya
orang yang pernah kusanjungi dan hargai mendusta persahabatan ini
bukan sekali malah berkali-kali diulanginya
hati ini bagai terhiris dan terluka akan perbuatannya
tiada siapa yang tahu bagaimana aku rasai
Namun aku tidak pernah kesal akan semua ini
malah aku mengambilnya sebagai pengajaran kehidupan
Ketika aku memerlukan seseorang
untuk berkongsi masalah dan perasaan di hati
mereka tidak ada disampingku
tempat ini lah aku meluahkan segalanya
Adakah diri ini senda gurauan
tempat orang melangkah masok dan pergi
pada bila-bila masa sahaja
datang ketika memerlukan sesuatu
ini semua adala perbuatan manusia
Aku bersyukur pada tuhan
kerna menemukan dengan seorang insan
yang amat kukasihi dan sayangi
dialah yang dapat mengubati hati yang terluka ini
walau kadangkala dirinya sering membuatku
menangis dan kecewa
tidak dapat berada disampingku sepenuh masa
Benar kata orang insan yang sering kali
mengalirkan airmata dipipi ini
adalah insan yang dapat membahagiakan diri ini
NaMun ia hanya tinggal kenangan dan menjadi masa silamku
Semuanya suda berakhir hanya rekaan semata mata